Thursday, May 31, 2012

Persiapkan dirimu untuk Ramadhan!!

Alhamdulillah kita kini berada di dalam bulan Rejab. Tak lama lagi Syaaban dan seterusnya Ramadhan akan menjengah. Apakah persediaan kita untuk menyambut bulan Ramadhan??

Inilah masanya! Latihlah minda, ruh dan jasmani anda untuk ibadah2 yang akan diberi ganjaran berlipat kali ganda pada bulan Ramadhan nanti. Jangan sampai tiba bulan Ramadhan, rohani dan jasmani kita tidak bersedia untuk berpuasa dengan baik, bangun qiamullail, memperbanyakkan solat sunat, atau membaca Al-Quran...

Bagaimana mungkin seorang yang gagal dalam madrasah Ramadhan boleh "graduate" dengan jayanya, jauh sekali untuk menjadi seorang yang "tahan lasak" dalam ibadahnya... (mengingatkan diri sendiri la ye)

Freebies!!!

Jadual waktu solat 'poket'
 (Mei-Disember sahaja)
Bagi memudahkan:
  1. Berbuka puasa (Termasuk utk puasa sunat)
  2. Plan qiamullail
  3. Plan solat sunat rawatib
  4. Plan sahur
  5. Solat tepat pada waktu
  6. Mencari waktu seswai utk baca quran
  7. Menjaga masa dan waktu solat

Instruction:
  1. Download gambar diatas
  2. Print dan potong setiap kepingan
  3. Stapler di bahagian atas

  • Dilarang menjual 'freebies' ini...nama pun freebies



Selain persediaan dari segi ibadah, janganlah kita lupa, bila dinamakan 'puasa' bukanlah perut sahaja yang berpuasa, kita perlulah juga bersedia dan melatih diri untuk:

Puasa Hati
Ini bermakna kita perlu dijauhkan dari hal-hal yang dapat merosakkannya seperti syirik, keyakinan yang sesat, penyakit was was, dan sifat2 tercela. Kita juga perlu melatih hati untuk berpuasa dari sifat sombong, ujub, dan sifat dengki. Sebaliknya isilah ia dengan asmaul husna, dzikir, iman, takwa dan keyakinan pada Allah SWT.

Puasa Lisan
"Peliharalah bahagian ini!!"--> Lidah 
"Tidaklah orang2 dilemparkan ke dalam api neraka melainkan kerana perbuatan lisan mereka"
Nauzubillah...Kita mohon Allah lindungi kita dari segala kejahatan yang terbit dari lisan yang tidak baik. Tiada gunanya puasa tanpa berpuasalah juga lidahnya dari menyebut perkara yang boleh mendatangkan dosa. Jauhi dusta, mengadu domba, mengumpat, menyumpah, memberi saksi palsu, melaknat, menghina orang lain, mengejek, etc.... Sebaliknya, biasakanlah lidah untuk istighfar, tahmid, tasbih, bersyukur dan bertaubat.

Puasa Mata
Dalam konteks berpuasa, mata tidak boleh melihat makanan yang sedap2... Dan of course, tundukanlah pandangan dari memandang yang hareemmm... 

Puasa Telinga
Puasa telinga adalah dalam bentuk menjauhkan telinga dari mendengar muzik2 yang tidak mendatangkan manfaat atau merangsang nafsu dan keburukan. Juga, jauhkanlah telinga dari mendengar-dengar tentang aib orang lain, atau gossips2 terkini. Biasakanlah diri untuk mendengar alunan zikir, ayat quran, nasihat dan ceramah. Mudah-mudahan memberi manfaat

Puasa Perut
Bukanlah sekadar menahan makan dan minum, termasuk juga dalam puasa perut untuk menjauhkan perut dari hasil rezeki yang tidak halal, contohnya seperti riba. 

Puasa Kaki
Jauhkanlah diri dari tempat yang haram, dan tempat yang diketahui terdapat maksiat dan keburukan padanya. Sebaliknya, biasakanlah diri untuk melangkah ke masjid dan majlis ilmu.

Pada yang para pembaca, mungkin ada yang terdetik di hati,tazkirah seperti ini, mengapa mesti dikhaskan hanya ketika bulan Ramadhan?? Well, memang tazkirah seperti ini ada pada sepanjang tahun pun dan perlu diamalkan pada setiap masa! Cuma pada bulan Ramadhan kita lihat lebih ramai manusia yang berusaha ke arah kebaikan demi meraih pahala yang berbundle-bundle di Ramadhan nanti. Tapi kesilapan besar yang dilakukan adalah apabila ada yang sekadar menjadi 'hamba Ramadhan' instead of 'hamba Allah'. Maknanya hanya pada bulan Ramadhan sajalah nak jadi baik... 

Ramadhan untuk memudahkan Taqwa
Kita sering mendengar term "Madrasah Ramadhan", ini kerana selepas habis Ramadhan seolaha-olah kita telah habis satu sesi persekolahan yang mengajar kita erti pengorbanan, mujahadah dan banyak lagi. Manusia memang sifat mereka memerlukan satu 'dorongan' untuk mencapai sesuatu. Begitulah Ramadhan, ia adalah satu bentuk dorongan yang Allah kurniakan pada umat Nabi Muhammad, sebagai satu dorongan. Dorongan untuk apa? Dorongan untuk menjadi hambaNya yang bertaqwa.

2:183
”Wahai orang-orang berIman, diwajibkan ke atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan ke atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu beroleh Taqwa (2:183)

Saya ulangi lagi sekali ye "mudah-mudahan kamu beroleh taqwa". 

Sama seperti Allah memudahkan seorang yang sakit dengan menyediakan rukhsah solat supaya dia dapat memperoleh ibadah solat, begitu juga Ramadhan. Ia hanya merupakan satu cara, rukhsah, dan kemudahan yang  Allah berikan pada kita agar kita dapat beroleh taqwa. Bukankah sesuatu yang pelik jika seseorang itu hanya akan solat jika dia sakit supaya dia dapat menggunakan rukhsah solat? Kita akan kata orang yang berbuat begitu sudah sesat... atau super pemalas... Begitu juga Ramadhan, bukankah sangat pelik jika kita hanya berusaha untuk mencapai taqwa ketika Ramadhan sahaja? Maka, beringatlah taqwa itu perlulah kita pupuk setiap masa, Ramadhan pula merupakan salah kurniaan Allah bagi memudahkan kita mencapainya. Taqwa itu bukan saja perlu dipupuk, ia juga perlu dikekalkan dan ditingkatkan dari masa ke semasa. Maka gunakan Ramadhan yang masih berbaki dalam umur kita yang pendek untuk mencapai tahap taqwa yang paling tinggi yang mampu kita capai

Wallahualam....

Source : Ramadhankan Hidupmu, Dr. Aidh B Abdullah Al-Qarni dan dari 'Tazkirah' Ustaz Emran

Wednesday, May 30, 2012

Kafarat Ghibah; Solusi Bagi yang Terjerumus Ghibah


"Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.  Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujuraat: 12)
Gambar oleh Nayzak




Dipetik dari : http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2011/11/29/16852/kafarat-ghibah-solusi-bagi-yang-terjerumus/


Oleh: Badrul Tamam


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas anugerah nikmat Islam, iman, dan nikmat-nikmat lainnya tiada terkira. Shalawat dan dalam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, kelularga dan para sahabatnya.


Ghibah adalah perbuatan haram dan termasuk dosa besar. Keharamannya disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an. Namun hampir setiap muslim pernah melakukannya. Padahal mungkin mereka tahu, seorang penggunjing diancam dengan siksa keras di sisi Allah Ta'ala,


Allah Ta'ala menerangkan tentang haramnya ghibah,


وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ


"Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.  Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujuraat: 12)


Ibnu Katsir rahimahullah dalam menafsirkan ayat ghibah di atas mengatakan, "Ghibah (menggunjing) diharamkan menurut ijma'. Tidak ada pengecualian darinya kecuali jika ada mashlahat yang lebih, seperti dalam konteks jarh wa ta'dil dan nasihat."


Imam al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, "Ijma' menyatakan bahwa ghibah termasuk salah satu dari dosa besar. Dan wajib bertaubat kepada Allah darinya."


Cukuplah kalimat permisalan yang disebutkan Al-Qur'an menunjukkan keharaman dan buruknya perbuatan ghibah, yaitu "Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya."


Dalam konteks ini Allah memburukkan perilaku ghibah agar orang-orang menjauhinya. Sebab seluruh manusia pasti menganggap perbuatan memakan daging manusia sebagai sesuatu yang menjijikkan. Terlebih yang dimakan adalah saudara kandungnya sendiri ataupun saudara seiman. Lalu bagaimana kalau yang dimakan adalah daging yang sudah busuk?!


Al-Qurthubi mengatakan, "Allah mengumpamakan ghibah dengan memakan bangkai, karena bangkai tidak tahu kalau ia dimakan. Begitu juga dengan orang hidup, ia tidak tahu gunjingan orang yang menggunjingnya."


Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma mengatakan, "Sesungguhnya Allah membuat perumpamaan ini untuk perbuatan ghibah, karena memakan daging bangkai adalah perbuatan haram yang menjijikkan, begitu juga ghibab, haram dalam pandangan agama dan buruk menurut penilaian jiwa."


Qatadah rahimahullah berkata, "Sebagaimana salah seorang kalian dilarang memakan daging saudaranya yang sudah mati, begitu juga wajib menjauhi menggunjingnya sewaktu ia masih hidup.


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,


كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ


"Setiap muslim haram darah, harta, dan kehormatannya atas muslim lainnya." (HR. Muslim)


Apa itu Ghibah?


Sesudah mengetahui bahaya ghibah, mari kita pahami definisinya, bahwa ghibah adalah menyebut (membicarakan) orang lain yang tidak ada di tempat dengan sesuatu yang dibencinya meskipun yang dibicarakan itu benar adanya. Maka jika kita membicarakan tentang aib fisik atau sifat saudara kita yang tidak ada bersama kita, maka kita sudah menggunjingnya, dan kita telah melakukan dosa besar.


Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Lalu beliau bersabda,


ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ


"Kamu menyebut tentang saudaramu apa yang dia benci.” Ada seseorang bertanya, “Bagaimana jika yang aku bicarakan ada pada dirinya?” Beliau menjawab,


إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ


"Jika yang engkau bicarakan ada pada dirinya berarti engkau telah menggunjingnya, dan jika tidak ada pada dirinya maka sungguh engkau telah berbuat dusta." (HR. Muslim)


Al-Hasan al-Bashri berkata, "Ghibah (menggunjing) ada tiga bentuk, semuanya terdapat dalam Kitabullah Ta'ala: ghibah, ifkun, buhtan. Adapun Ghibah adalah engkau berkata tentang saudaramu apa yang ada pada dirinya. Sementara Ifkun (berita bohong), engkau berbicara tentangnya sebagaimana kabar yang sampai kepadamu. Sedangkan Buhtan (dusta), engkau membicarakan keburukan saudaramu yang tidak ada padanya." (Dinukil dari Tafsir al-Qurtubi)


Bahaya Ghibah


Letak parahnya perbuatan ghibah dapat dilihat dari dua sisi: Pertama, ghibah (menggunjing) berkaitan dengan hak hamba, dosanya lebih berbahaya karena kezalimannya merembet kepada manusia.


Kedua, ghibah merupakan maksiat yang dikerjakan dengan ringan oleh kebanyakan manusia kecuali orang yang dirahmati Allah. Dan sesuatu yang ringan yang biasa dikerjakan manusia biasanya dianggap sepele, padahal dosanya sangat besar di sisi Allah.


Kafarat Dosa Ghibah (Menggunjing)


Jika seseorang terjerumus ke dalam perbuatan ghibah (menggunjing) hendaknya ia menyesali perbuatannya, meninggalkannya, bertekad tidak akan mengulanginya, memohon ampun kepada Allah, dan bertaubat kepada-Nya. Dan pintu Taubat senantiasa terbuka bagi orang yang berdosa lalu menyesalinya. Hanya saja, dosa menggunjing ada kaitan dengan makhluk. Sedangkan di antara syarat taubat yang memiliki sangkutan hak adami adalah dengan meminta kehalalan dan maafnya.


Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,


مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ


"Barangsiapa yang pernah menzalimi saudaranya dari kehormatan atau sesuatu (miliknya) hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman itu pada hari ini, sebelum datang hari kiamat yang saat itu tidak ada manfaatnya lagi dinar dan dirham, jika ia mempunyai amal shalih maka akan diambil sekadar dengan kezalimannya, dan jika tidak memiliki kebaikan maka keburukan saudaranya akan diambil dan dibebankan kepadanya." (HR. Al-Bukhari dan lainnya)


Maka seseorang yang sudah menggunjing saudara muslim lainnya, dan sudah menyebar serta sampai pada orang yang digunjingnya, hendaknya ia datang kepada saudaranya tersebut, mengakui kesalahannya, dan meminta maaf kepadanya. Kecuali jika khawatir keterusterangannya tersebut menimbulkan kerusakan yang lebih besar, maka ia cukup memintakan ampun dan mendoakan kebaikan untuknya, memujinya dan menyanjung akhlak baik yang ada padanya. Hal ini juga berlaku jika isi ghibahnya belum sampai kepada orang yang digunjing, maka tidak perlu memberi tahukan kepadanya, karena bisa menjadikan ia marah dan rusak hubungan persaudaraan. Inilah pendapat kebanyakan ulama, riwayat yang berasal dari Imam Ahmad, yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan lainnya.


Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,


كفارة الغيبة أن تستغفر لمن اغتبته


"Kafarat ghibah adalah engkau memintakan ampun untuk orang yang engkau gunjing." Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Thursday, May 24, 2012

Perkongsian Ini Sejarah Kita (ISK)



Setinggi ksyukuran ke hadrat ilahi atas sgl kurniaanNya
Berkat limpah kurniaNya maka dapatlah kami hadir menjayakan dan mengimarahkan majlis ini


Alhamdulillah ikhwah plus akhwt = almost 50 jgak 


Tapi as usual akhwat mnjuarai utk khadiran... >.<


So, beruntungnya kami kerana akh wafi dari usim nilai yg bg pengisian 

Siapa kita?
Hidup kita ni kalaulah antum sedar hanya ada 2 je nilaiannya either syuga mahupun neraka
Menjadi kita Islam atau islam?
Apa bezanya??


Islam itu hanya pada nama, manakala islam itu pada amalnya. Kte nak jadi islam yg bagaimana?


Ok tgk balik sejarah, para sahabat terus mengamalkan apa yang disampaikan rasulullah. Sebab apa? Sebab mereka tak tahu dan sangat gerun membayangkan bila kematian akan menjelma kerana mereka bimbang tidak sempat mengerjakan apa yang mereka dapat dari rasulullah. Kalau kita dengar apa yang rasulullah buat mahupun bila kita baca quran ataupun hadis. Kita segera buat ke? Itu refleks kepada Islam dan islam


Siapa kita ni??
“Manusia seperti logam, terpilihnya mereka semasa jahiliyyah terpilih juga mereka semasa Islam, sekiranya mereka faham"



Menjadilah kita seperti sumaiyah yg paham dan beramal. Bkn kata jgn jkut mcm imam syafie tapi keimanan kita biar sampai paham dan amal


Ok dari hadis ni juga kita dapat ambil contoh kisah umar. Beliau sgt terkenal dgn sikap bengis bukan?
Tapi sikapnya itu kekal cuma kegunaannya tu berbeza.
Camne, xpahamlah!
Camni... Umar sgt kuat menentang saat jahiliahnya but once sinar hidayah mendatangi beliau, beliau beraninya tampil ke khalayak dan menyatakan keimanannya dan kesungguhannya mempertahankan islam


Celupan murabbinya menghasilkan mutatabbi yang hebat2. Cthnya murabbi para sahabat iaitu muhammad saw menghasilkan mutarabbinya yang hebat2... Abu bakr, umar, mus'ab dll..


Kalau tgk pada mksud logam...
Apa yang antum paham?
-mudah dbentuk
-sifatnya xberubah
-keras
-takat lebur tinggi


Macam tulah sifat kita! Bertukarnya kita atau berhijrahnya kita dari jahiliah kepada kebenaran tak kisahlah nak mengekalkan identiti sempoi kita pon as long as kite memanfaatkan apa ada pada kita untuk kebaikan. Sbb islam dtg bukan utk merubah kita tapi untuk membentuk kita...


Semaklah balik hadis 2/42 imam nawawi bila kita bercakap pasal addin


addin itu selalu jwpn skema kita apa? Agama,pegangan hidup, islam. Ok... Addin itu ada dalam hadis tu jwpnnya

Addin =islam, iman dan ihsan. Islam itu ialah rukun islam yang lima tu. Iman pula ialah rukun iman yang enam tu dan ihsan pula ialah apabila kita beribadah kita merasakan seolah2 Allah melihat kita dan in fact Allah memang sdg memerhati kita.


3:85. And whoever seeks a religion other than Islam, it will never be accepted of him, and in the Hereafter he will be one of the losers. 


Malah plg pesat ummah sekarang ialah setakat kefahaman mereka di islam iaitu syariah shj bukannya pada iman yang berkaitan debgan akidah dan ihsan yang berkaitan dgn akhlak!
Jadinya tulah adanya yang mempersendakan hukum Allah kata biarlah tak bertudung tapi hati tetap baik tak mcm yg bertudung tu buruk perangai!


Apa tujuan hidup kita?


#abid-ibadah


51:56. And I (Allah) created not the jinns and humans except they should worship Me (Alone).
51:57. I seek not any provision from them (i.e. provision for themselves or for My creatures) nor do I ask that they should feed Me (i.e. feed themselves or My creatures).
51:58. Verily, Allah is the All-Provider, Owner of Power, the Most Strong.

#khalifah-pengganti Allah d muka bumi


2:30. And (remember) when your Lord said to the angels: "Verily, I am going to place (mankind) generations after generations on earth." They said: "Will You place therein those who will make mischief therein and shed blood, - while we glorify You with praises and thanks (Exalted be You above all that they associate with You as partners) and sanctify You." He (Allah) said: "I know that which you do not know." 


kalau tengok pada ayat Allah di atas, *tidak Allah menjadikan kita dan jin melainkan untuk beribadah padaNya.. maknanya kalau tak untuk beribadah padanya dia takkan cipta dah kita n jin.

n as khalifah? malaikat pun dh tanya pada Allah kenapa nak ciptakan orang yang akan saling menumpahkan darah di muka bumi ni.. then Allah kata Dia lebih tahu... so, siapa kita untuk menidakkan takdir ini rite?


kalau kita tengok sistem khilafah... ingat tak zaman abbasiyyah? khalifah al mu'tasim?
waktu tu ada seorang wanita terselak kainnya dan tersingkap auratnya, menjerit dia memanggil amirul mukminin kemudian khalifah membawa sekumpulan pahlawan untuk berperang..
maksudnya nak kata hebatnya khalifah ni, dialah pemimpin yang tugasnya untuk memakmurkan bumi dengan menegakkan syariat Allah


arabnya : iqamatuddin wa siasatu biddin


kenapa kita ni berdakwah? sibuk sana sini berdakwah menghadiri majlis2 ilmu segala bagai?


sebabnya ialah cuba baca ayat d bawah ni :


7:164. And when a community among them said: "Why do you preach to a people whom Allah is about to destroy or to punish with a severe torment?" (The preachers) said: "In order to be free from guilt before your Lord (Allah), and perhaps they may fear Allah." 


sebab kita nak berlepas di akhirat kelak.. sebabnya ialah :
kullukum ra'in wa kullukum mas'ulun an ra'iyyatihi... kamu semua pemimpin dan kamu semua bertanggungjawab atas kepimpinan setiap kamu masing2


cube bayangkan.. ada satu hadis shohih ada disebutkan tentang al akhillah( iaitu sahabat yang karib) di dunia akan bertelagah di akhirat kerana di akhirat kelak kita akan saling menuding dan mempersalah orang lain.. makanya, sebab tu kita perlukan kesaksian dari Allah,rasulNya dan orang yang beriman


kita dekat dalam... kita nak tarik orang dari luar supaya mereka turut sama faham tentang islam dan turut mengamalkannya.. bukan sekadar islam atas nama dan tak tahu matlamat hidup mereka.. so, kita nak meramaikan org yang berada dalam kandang tu... dalam kandang bukan bermakna kita disekat tapi kita tersekat dari melakukan perkara yang Allah murkai i.Allah


okey sekarang tengok pulak telur ayam
telur kuning ialah matlamat dan telur putih ialah alat atau cara untuk kita capai matlamat... so, kita punya matlamat ialah yang dua tu, abid n khalifah
jadi, cara apa kita nak guna untuk capai matlamat tu?
cara itulah yang selain dari dua di atas... seperti studi,halaqah,harta, family dll


tujuan alquran diturunkan?
selama ni kita baca alquran gune mata hati atau akal?
atau gune mata je?
so,
cbe tgk ayat ni :


7:179. And surely, We have created many of the jinns and mankind for Hell. They have hearts wherewith they understand not, they have eyes wherewith they see not, and they have ears wherewith they hear not (the truth). They are like cattle, nay even more astray; those! They are the heedless ones. 


mata untuk lihat benda baik, hati untuk memahami alquran, telinga untuk dengar perkara yang baik..


di mana kita gunakan organ2 ni?


3:83. Do they seek other than the religion of Allah (the true Islamic Monotheism worshipping none but Allah Alone), while to Him submitted all creatures in the heavens and the earth, willingly or unwillingly. And to Him shall they all be returned. 


islam= aslam=berserah diri


apa kita ingat selama ni kita buat baik tu dah cukup ke?


cube tengok ayat ni :

18:103. Say (O Muhammad ): "Shall We tell you the greatest losers in respect of (their) deeds?
18:104. "Those whose efforts have been wasted in this life while they thought that they were acquiring good by their deeds!
18:105. "They are those who deny the Ayat (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.) of their Lord and the Meeting with Him (in the Hereafter). So their works are in vain, and on the Day of Resurrection, We shall not give them any weight.
18:106. "That shall be their recompense, Hell; because they disbelieved and took My Ayat (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.) and My Messengers by way of jest and mockery.

ok skang cube tgk hadis 4/42

n 19/42


17:77. "Verily! They are enemies to me, save the Lord of the 'Alamin (mankind, jinns and all that exists);
17:78. "Who has created me, and it is He Who guides me;
17:79. "And it is He Who feeds me and gives me to drink.
17:80. "And when I am ill, it is He who cures me;
17:81. "And Who will cause me to die, and then will bring me to life (again);


51:57. I seek not any provision from them (i.e. provision for themselves or for My creatures) nor do I ask that they should feed Me (i.e. feed themselves or My creatures). 


apa maksudnya???


okey.. tengok realiti ummah sekarang seolah2 mencari makanan atau harta untuk Allah.. seolah2 benda tu matlamat mereka.. sedangkan semua tu hanyalah alat untuk mendapatkan matlamat..
sebab Allah dah kata 4perkara yg dah tercatat di luh mahfuz, dan kita tak perlu sbuk mengubah takdir sebabnya kita perlu jalankan taklifan kita instead of sibukkan kerja Allah


seterusnya kita akan sambung dengan sejarah jatuh bangun tamadun kita... dalam post akan datang!


b4 dat cbe tgk salah seorang tokoh hebat dalam turki uthmaniyyah ni


klik sni :


http://www.youtube.com/watch?v=ABoNoQ2CBKA 


sekian dahulu... mana yang silap harap dibetulkan... slot seterusnya dalam post berikutnya... i.Allah

Source : http://daeiyah.blogspot.com/

Monday, May 14, 2012

Ceramah ustaz Don

Assalamualaikum..Pada cuti yg panjang tahun lepas,ana ada terjumpa dengan satu video di dlm komputer abg ana..ana cb buka..

bila tgk je episod pertama,trus jatuh cinta dgn pengisian dan cara penyampaiannya yg bersahaja dan lawak..satu family gelak tgk ceramah ni..
ana terus mngikuti ceramah ni di astro al hijrah..selepas pulang ke asrama,ana tak lepaskan peluang utk jd pelajar jarak jauh(PJJ) ni,ana download di youtube..alhamdulillah bnyk yg ana dpt dari video ni trutama kesalahan surah al fathihah yg dibaca saban hari dan juga secara tidak langsung,perbetulkan bacaan ayat-ayat lain..


smoga dapat memberi manfaat pada sahabat-sahabat lain sebgai satu alternatif  untuk menimba ilmu..

video

Sambutan Pelajar Baru 2012


Assalamualaikum pembuka bicara

Alhamdulillah, pada khamis lepas, tanggal 10 mei 2012, K-PPUKM telah Berjaya menjalankan program Sambutan Pelajar baru atau lebih manja dengan gelaran SamPel. Dan Alhamdulillah juga, syukur ke hadrat ilahi, penyertaan dari pelajar baru, yakni pelajar tahun 3 yang khususnya dari Universitas Padjajaran adalah lebih baik dari yang kami jangkakan.

Program berlangsung pada pukul 9.30 pm dimulakan dengan sedikit ‘supper’ dan tayangan video yang santai. Agenda seterusnya merupakan pengisian dari penceramah jemputan, tak lain tak bukan, Dr.Ariza Mohamed. Pengisiannya yang dimulakan dengan statement “Its all just too much” memberi tanda tanya kepada para peserta. Dr. Ariza menekankan tentang kepentingan berfikiran positif dalam menghadapi tahun klinikal dan beliau juga memberi tips-tips bagaimana mengatasi fikiran negatif. Sesi interaktif mendapat sambutan yang baik dari adik-adik baru kita.

Namun, fokus utama pengisian Dr. Ariza adalah mengingatkan para peserta tentang An-Naba, berita besar yakni hari akhirat dan cara untuk menghadapi “clusters” atau perkara yang menyemakkan fikiran kita dari mengingati hala tuju utama kita di dunia; yakni mempersiapkan diri untuk akhirat. Beliau menegaskan bahawa selama kita hidup,kita telah di-control dengan sistem keduniaan ini sampai menyebabkan kita sering berfikiran jarak dekat atau “near-goaled minded” (perkataan yg dicipta ana sendiri). Ini membuatkan kebanyakkan kita kerugian dalam hidup kerana lupa untuk mempersiapkan diri dengan untuk hari akhirat. Walau di tahap mana kehidupan yang sedang kita lalui sekarang ini, dan sebesar mana cabaran yang sedang kita hadapi dalam tahapan hidup kita, tiada apa yang patut melupakan kita untuk bersedia menghadapi hari kemudian. Oleh itu, para perserta diingatkan agar memperbanyakkan amal, ibadah dan menimba ilmu yang dapat memberi menfaat kepada kita untuk akhirat kelak.

Selepas pengisan menarik dari Dr. Ariza, sesi perkongsian antara senior dan junior diadakan dimana junior diberi peluang menyuarakan pendapat, persoalan dan lain2 kepada senior yang sentiasa sudi menjawab. Kehadiran beberapa akhawat yang sudah melepasi Pro-Exam, Ukhti Rahmah dan Ukhti Izanis, turut memeriahkan lagi sesi perkongsian.

Mudah-mudahan usaha kami yang kecil ini dapat memberi manfaat kepada adik-adik untuk berjuang di tahun klinikal yang semestinya penuh dengan cabaran, dugaan dan keseronokkan juga.

Selamat Datang ke Tahun Klinikal
Salam sayang dari kami semua :)